Gerakan Hari Pangan Sedunia (HPS) - KAJ

Versi ramah cetakSend by emailversi PDF

Hari Pangan Sedunia (HPS) atau World FootDay lahir dalam sidang ke 20 Organisasi Pangan Sedunia ( Food and Agriculture Organisation), dan sejak tahun 1981 setiap tanggal 16 Oktober, bertepatan dengan hari jadi FAO, dunia memperingati HPS. Gereja Katolik juga ikut serta.

Tujuan Perayaan dan peringatan HPS adalah membangkitkan dan meningkatkan kesadaran, perhatian dan pemahaman umat manusia terhadap kesetiakawanan dan kerjasama nasional maupun international dalam mengatasi masalah-masalah pangan, gizi dan kemisikinan. HPS juga bertujuan untuk menempatkan penghargaan dan penghormatan kepada para petani yang mengelola dan mengusahakan sumber pangan.

Saat ini diperkirakan 1.000.000.000 orang mengalami kelaparan di dunia ini. Sebagian antara orang-orang ini adalah mereka yang bertempat di sekitar lingkungan kita. Gereja mengajak kita untuk MEMBANGUN KECUKUPAN PANGAN BAGI SEMUA. " GEREJA SEBAGAI KOMUNITAS BERBAGAI PANGAN" (PSE/APP-KAJ 2012)

Marilah berdoa kepada Tuhan Sang Pencipta Pangan.

Ya Allah, Engkau adalah Bapa bagi setiap orang. Bapa menciptakan matahari, bulan dan bintang. Kau ciptakan panas, dan hujan bagi semua orang. Demikian juga, Bapa menyediakan makanan bagi tiaporang. Bapa yang Mahamurah, berkatilah hati semua orang agar bersikap adil dengan mengutamakan kesejahteraan bagi semua orang. Kami ingat akan jasa para petani. Melalui merekalah, makanan selalu tersedia. Berilah cuaca yang baik, jauhkan aneka hama dan bencana agar panen mereka melimpah. Demi kesehatan kami, dan demi kesejahteraan para petani,  kami ingin memilih makanan yang dihasilkan oleh negeri kami. Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia  ini, semoga setiap orang bermurah hati kepada siapa saja agar kehadiran kami menjadi kesaksisan bagi dunia. Semoga setiap orang mengalami gerejaMu menjadi sarana kemurahan hati Allah. Sebab Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat kami. Amin ( PSE/APP-KAJ 2012)

Your rating: Nihil Rating rata-rata: 1.4 (21 votes)

Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.

— Michel De Montaigne